Thursday, April 17, 2014
image image image image image image
ITD Universitas Airlangga Excellent in Tropical Disease Researches and Molecular Diagnostic Services
ITD ACTIVITY Workshop, Seminar, Symposium, Training, Enlightenment, TDDC, Laboratory Services
BIOPRODUCT Vacine Development, Diagnostic Kit, Alternative Theraphy  
Akreditasi KNAPPP Infectious Diseases                   Medical Bacteriology                  Medical Virology                   Medical Infectious Agents
ristek.jpg

Kini Saatnya Indonesia Mewaspadai Penyakit Virus West Nile

West Nile Virus Transmission cycleVirus West Nile adalah jenis virus yang dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Virus ini termasuk dalam genus Flavivirus dalam family Flaviviridae. Flavivirus ini ditemukan di daerah beriklim sedang dan tropis di dunia. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Sungai Nil bagian barat di Uganda, Afrika Timur, pada tahun 1937. Sebelum pertengahan 1990-an, penyakit yang disebabkan oleh virus ini hanya terjadi secara sporadis dan dianggap hanya beresiko kecil bagi manusia, sampai ketika terjadi wabah di Aljazair pada tahun 1994 dan juga wabah besar di Rumania pada tahun 1996 dengan kasus virus West Nile yang menyebabkan ensefalitis (peradangan akut pada otak). Virus West Nile sekarang telah menyebar secara global, dengan kasus pertama di belahan bumi bagian barat yang diidentifikasi di New York City pada tahun 1999, penyebaran virus ini terjadi di seluruh benua Amerika Serikat, utara ke Kanada, dan selatan ke Kepulauan Karibia, dan Amerika Latin. Virus ini juga telah menyebar ke Eropa, di daerah luar Mediterania, dan juga ada strain baru dari virus tersebut yang diidentifikasi di Italia pada tahun 2012. Virus West Nile kini dianggap sebagai penyebab penyakit endemik di Afrika, Asia, Australia, Timur Tengah, Eropa, dan terutama di Amerika Serikat yang pada tahun 2012 telah mengalami salah satu wabah terburuk. Pada tahun 2012, virus West Nile menewaskan 286 orang di Amerika Serikat, dengan negara bagian Texas mejadi kawasan paling parah terinfeksi oleh virus ini.

Read more: Kini Saatnya Indonesia Mewaspadai Penyakit Virus West Nile

 

Inovasi Baru Anti-Dengue

penderita DBDDengue (DENV) adalah flavivirus ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dengan empat serotype antigen yang berbeda, DEN-1 sampai DEN-4. Semua serotype dengue yang menginfeksi manusia dapat menyebabkan kesakitan mulai dari infeksi subklinis, infeksi dengue akut, hingga terjadi kebocoran pembuluh darah. Terdapat 2,5 miliar penduduk tinggal di area berisiko infeksi dan diperkirakan telah terjadi 50-100 juta kasus infeksi dengue dengan 500.000 kasus DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) dan DSS(Dengue Shock Syndrome) tiap tahunnya, hal ini membuat dengue menjadi ancaman kesehatan global dan menjadi penyakit arboviral utama pada manusia. Hingga kini belum ada pengobatan atau vaksin yang tersedia untuk infeksi dengue.

Melaleuca Alternifolia Concentrate (MAC) adalah sekelompok komponen yang berhasil diisolasi dari tanaman yang berasal dari benua Australia bernama Melaleuca alternifolia. Melaleuca Alternifolia Concentrate dilaporkan mengandung minyak terpinen-4 (56-58%), gama-terpinen (20,65%), dan alpha-terpinen (9,8%). Berdasarkan beberapa studi terdahulu MAC memiliki khasiat sebagai anti-inflamasi, sebagai antimikroba terhadap berbagai spesies mikroba. Selain itu juga sebagai antiviral terhadap virus Avian Influenza H5N1, dan Herpes simplex.

Read more: Inovasi Baru Anti-Dengue

 

Seminar Internasional kerjasama ITD-UI-Kobe University-JICA-JST

Seminar SatrepsPada hari Kamis, 17 Oktober 2013 dan bertempat di Ruang Garuda Mukti, Lantai 5 Gedung Rektorat Universitas Airlangga diselenggarakan seminar internasional dengan tema “Networking for the Promoting One World, One Health for a Better Tomorrow (Prevention and Treatment Using Natural Products, Vaccines, and Antivirals)” dalam bidang penyakit infeksi. Seminar ini terselenggara dalam rangka kerjasama ITD (Institute of Tropical Disease), Kobe University, JICA (Japan International Cooperation Agency), dan JST (Japan Science and Technology Agency). Seminar ini dipandang penting untuk menyampaikan informasi ilmiah guna memberi masukan sekaligus solusi guna menghadapi tantangan global penyakit infeksi berbasis riset. Perlu disadari bahwa penyakit infeksi sangat penting bila dilakukan berlandaskan hasil riset. Riset juga harus berlandaskan penatalaksanaan penyakit infeksi sehingga riset dapat dimanfaatkan guna tata laksana ideal. Dalam seminar ini, hadir partisipan dalam dan luar negeri, pakar dari berbagai disiplin ilmu terkait pengetahuan terapi dalam mendukung penanggulangan penyakit di masa mendatang.

Read more: Seminar Internasional kerjasama ITD-UI-Kobe University-JICA-JST

   
Move
-

Health News

Top Headline
Breaking bad mitochondria: How hepatitis C survives for so long

Researchers at the University of California, San Diego School of Medicine have identified a mechanism that explains why people with the hepatitis C virus get liver disease and why the virus is able to persist in the body for so long.   The hard-to-kill pathogen, which infects...

Read More...
Hepatitis C treatment cures over 90 percent of patients who also have cirrhosis

Twelve weeks of an investigational oral therapy cured hepatitis C infection in more than 90 percent of patients with liver cirrhosis and was well tolerated by these patients, according to an international study that included researchers from UT Medicine San Antonio and the Texas Liver Institute. Historically,...

Read More...
Khasiat Tanaman Jahe

Jahe, lebih dari sekedar bumbu dapur, karena terbukti manjur mengusir berbagai penyakit. Bahkan NASA, pernah tertarik meneliti khasiat jahe untuk mengatasi mabuk para awaknya. Tidak ada yang tahu persis asal mulanya tanaman jahe alias zingiber officinale telah dikenal sebagai bumbu dapur yang...

Read More...
Move
-

Bio News

Top Headline
New antiviral response discovered in mammals

Many viral infections are nipped in the bud by the innate immune response. This involves specific proteins within the infected cell that recognize the virus and trigger a signalling cascade – the so-called interferon response. This activates a protective mechanism in neighbouring cells and often...

Read More...
	 Cocaine use can make otherwise resistant immune cells susceptible to HIV

In many ways, the spread of HIV has been fueled by substance abuse. Shared needles and drug users' high-risk sexual behaviors are just some of the ways that narcotics such as cocaine have played a key role in the AIDS epidemic in much of the world. There is, however, relatively little research...

Read More...
New target to fight HIV infection identified

A mutant of an immune cell protein called ADAP (adhesion and degranulation-promoting adaptor protein) is able to block infection by HIV-1 (human immunodeficiency virus 1), new University of Cambridge research reveals. The researchers, who were funded by the Wellcome Trust, believe that their discovery...

Read More...

ITD Archives Link

 

E-Journal

 

Indonesian Arabic Dutch English German Japanese Portuguese

BOOK

  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator

Events

ITD Domain Link

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterVisitor Today17
mod_vvisit_counterYesterday242
mod_vvisit_counterThis Week940
mod_vvisit_counterLast Week1374
mod_vvisit_counterLast Month6634

Online 6
Your IP 54.226.168.96
,
Today: Apr 18, 2014