News
Merdeka! Agustusan di UNAIR Seru dengan Lomba-Lomba

Peringatan HUT RI Ke-71 di UNAIR berlangsung khidmat sekaligus semarak. Pada Rabu pagi (17/8), para sivitas akademika melaksanakan upacara bendera. Rektor Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA., berkesempatan menjadi pembina upacara. Sebelum menyampaikan amanat, lelaki kelahiran Gresik ini memekikkan kata “Merdeka!”. Ucapan yang sama diteriakannya saat menutup sambutan tersebut.

Dia berharap, peringatan hari kemerdekaan saban tahun tidak hanya menjadi monumen. Lebih dari itu, semua sivitas akademika kampus, dan orang-orang yang begelut di dunia pendidikan, mesti termotivasi untuk berkarya lebih baik. Sehingga, dapat bermanfaat bagi khalayak dan memberi sumbangsih bagi bangsa dan negara.

Setelah ceremony tersebut, pihak manajemen UNAIR mengadakan tiga lomba untuk memeriahkan Agustusan kali ini. Yakni, lomba presenter bahasa Jawa, yel-yel, dan dayung gedebok. Selain para peserta yang berasal dari unsur pimpinan, perwakilan fakultas, unit, dan lembaga di kampus, supporter yang hadir begitu antusias memberi semangat. Mereka berteriak, bertepuk-tangan, dan bersorak untuk memberi semangat pada rekan-rekannya yang berlaga.

“Menang kalah dipikir ngguri. Sing penting mbengok!” kata salah seorang supporter di tepi danau yang memberi dukungan pada salah satu peserta lomba dayung gedebok.

Prof Nasih diminta memberi pengantar sebelum lomba presenter bahasa Jawa dimulai. Sekaligus, menjadi peserta pertama lomba itu. “Iki yok opo seh. Mari ngeweki sambutan kok dikongkon dadi peserta pisan,” celetuknya disambut senyum hangat hadirin.

 

Lomba presenter bahasa Jawa ini menjadi kian semarak dengan adanya peserta dari mancanegara. Ya! Sejumlah mahasiswa asing berpartisipasi untuk meramaikan suasana. Cathrine, misalnya. Mahasiswi asal Australia yang sempat beberapa kali membuat para penonton tergelak. Logat bulenya membaur begitu alot dengan bahasa Jawa yang diucapkannya.

Terlebih, trio MC Cak Eko Supeno (CES), Cak Pulung, dan Ning Firoh kerap mengeluarkan selorohan yang lucu. Misalnya, saat Dekan Fakultas Farmasi Dr. Umi Athiyah, Dra., MS., Apt. naik ke panggung untuk membaca naskah tentang Tembelek Doro Nggarai Geger. Cak Eko dengan santainya berujar, “Beliau ini Ibu saya. Makanya, saya panggil dia Ummi (bahasa Arab dari Ibu, Red). Akhirnya ya jadi Ummi Ummi,” ungkapnya.

Klik untuk melihat video lomba yel-yel

https://www.facebook.com/saktiyono.erwin/videos/1257071094302949/

Di sisi lain, totalitas peserta lomba yel-yel patut diacungi jempol. Ada yang membawa instrumen musik berupa galon air mineral, mencorat-coret wajah agar lebih atraktif, bahkan menggunakan  busana layaknya tim tari tradisional Jawa Timuran. Tak hanya bernyanyi, mereka juga berjoget, melompat dengan kompak dan penuh semangat. “Kami dari Lembaga Penyakit Tropis!,” teriak tim yel-yel LPT UNAIR (LPT) di hadapan para penonton. Meski berlaga di siang hari, gairah mereka tetap bergelora. Antusiasme para anggota begitu besar sehingga memancing tepuk tangan gemuruh para hadirin. (*)