News
Pelatihan K3 “Emergency Response Plan (ERP)” di Institusi Pendidikan

Faktor resiko kecelakaan terkait dengan kegiatan pendidikan, pelatihan dan penelitian di institusi akan bisa terjadi dan perlu untuk mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak. Resiko seperti kebakaran dan ledakan akibat kesalahan prosedur pengoperasian alat dan bahan yang terjadi dilingkungan kerja baik itu ruang administrasi maupun laboratorium menjadi ancaman serius yang harus ditanggapi. Belum lagi Indonesia adalah negara yang rawan bencana alam seperti gempa, longsor, banjir, dan tsunami yang datangnya sulit diprediksi. Selain bencana alam, ancaman terror bom juga menjadi ancaman serius mengingat sempat maraknya pemberitaan mengenai hal tersebut. Berbagai asset penting, properti bahkan sumber daya manusia (SDM) bisa saja menjadi terancam.

Institusi yang memperhatikan aspek safety sudah tentu memiliki unit yang fokus terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja  (K3), tetapi sudahkah unit tersebut dilatih secara khusus untuk sigap menghadapi situasi tersebut, terutama pada saat saat kejadian genting tersebut terjadi? Untuk mengantisipasi hal tersebut, pada 8 November 2016, Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga (ITD UA) menggelar acara Pelatihan K3 dengan topik “Emergency Response Plan (ERP) / Tanggap Darurat Bencana”. Pelatihan ini mengintregrasikan beberapa unit kerja di institusi pendidikan dan penelitian mencakup sekretariat, keamanan (security), laboratorium, termasuk Unit K3 itu sendiri untuk menanggulangi kejadian kecelakaan/ bencana yang bisa terjadi dilingkungan ITD UA pada khususnya.

Pelatihan ini diselenggarakan di Ruang Penyuluhan Lantai 2 dan di halaman gedung ITD UA. Acara dibuka oleh Ketua ITD, Prof. Maria Inge Lusida, dr., M.Kes., Sp.MK(K)., PhD. Peserta berasal dari staff administrasi, staff keamanan, staff laboratorium, perwakilan dari unit/ lembaga dan fakultas di lingkungan Universitas Airlangga. Materi yang disampaikan narasumber yang kompenten dibidangnya seperti “Penerapan K3 di Institusi Pendidikan” disampaikan oleh Mulyono, SKM., M.Kes, dan “Potensi Bencana dan Kebakaran di Institusi Pendidikan” disampaikan oleh DR. M. Nurtam, M.Si. Setelah pembekalan materi dilanjutkan dengan simulasi ERP tanggap bencana dan kebakaran di lingkungan gedung ITD UA.

Sistem management ERP selalu dibutuhkan dan diaplikasikan dalam kondisi darurat, maka sangat disarankan di setiap institusi pendidikan seperti di ITD UA ini sesegera mungkin mempelajari sistem manajemen ERP sejak dini. Salah satu cara untuk mempelajarinya adalah melalui kegiatan pelatihan dan pembekalan mengenai ERP seperti ini, dilanjutkan dengan latihan secara rutin dan berkala. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pembekalan tentang menghadapi sebuah kecelakan kerja / bencana yang terjadi dan melakukan teknik-teknik tanggap darurat dengan tepat. Tumbuhnya kesadaran institusi (ITD) tentang kemungkinan adanya kecelakan/ bencana yang tidak diharapkan, akan meningkatkan kewaspadaan akan kecelakaan/ bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan cara penanggulangan yang tepat (Kris-ITD).