Kunjungan Prof. Dr. Shinzo Izumi mempresentasikan Kuliah Tamu tentang pasien Kusta hak asasi manusia dan implikasinya terhadap pembuatan kebijakan di Jepang

ITD menempati juara 3 dan 4 dalam lomba senam Universitas Airlangga
October 23, 2017
LPT UNAIR Dipercaya Laksanakan WCP Bersama Universitas 100 Besar Dunia
November 8, 2017

Kunjungan Prof. Dr. Shinzo Izumi mempresentasikan Kuliah Tamu tentang pasien Kusta hak asasi manusia dan implikasinya terhadap pembuatan kebijakan di Jepang

Sebagai bagian dari program Universitas Airlangga World Class University (WCU), profesor tamu dan peneliti kusta senior Dr. Shinzo Izumi mempresentasikan Kuliah Tamu di depan lebih dari 80 peserta. Kuliah ini diselenggarakan oleh ITD pada hari Rabu, 25 Oktober 2017 dan ditargetkan pada mahasiswa pascasarjana (medis, kesehatan masyarakat, dan ilmu sosial), pekerja sosial, praktisi medis dan petugas kontrol kusta dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota / Kabupaten.

Meskipun Dr. Izumi memiliki banyak pengalaman dalam penelitian kusta bersamaan dengan pengetahuannya yang luas tentang imunologi dan perkembangan terakhir pada transmisi kusta, dia memilih untuk mencakup aspek hak asasi manusia untuk meningkatkan kesadaran akan kebutuhan pasien kusta lainnya yang seringkali tidak terpenuhi. Berbicara secara retrospektif dari era pra-ilmiah, bagaimana orang Norwegia pertama kali menemukan wabah penyakit dan bagaimana penanganannya sampai perubahan besar terjadi saat kemajuan sains. Dr. Izumi juga menceritakan bagaimana orang yang baru pertama kali memasuki Jepang dan dampak apa yang telah dibawa secara sosial dan budaya ke negara asalnya.

Dari kiri ke kanan: Prof. Indropo A., dr., SpKK (K) (Kepala Laboratorium Kusta di ITD), dr. Cita Rosita SP, Sp.KK (Sekretaris Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas Airlangga), Dr. Shinzo Izumi (Visiting Professor UNAIR 2017), Dr. Phil. Toetiek Koesbardiati (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga)
Kuliah Dr.Izumi dimasukkan ke dalam konteks oleh Dr.Phil. Toetik Koesbardiati dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga di segmen kedua ceramah. Sebagai antropolog, Dr. Koesbardiati telah memperhatikan aspek historis dan sosiokultural kusta di Indonesia. Dia telah lama meneliti asal penyakit ini di Indonesia serta berbagai dampak sosial budaya hidup dengan pasien kusta di berbagai kelompok etnis di Indonesia.

Prof. Indropo Agusni, dr., Sp.KK (K), bertindak sebagai moderator ceramah, menyimpulkan dari kedua pembicara bahwa pemahaman penyakit kusta lebih baik, tidak hanya dalam konteks medis tapi juga dari sudut pandang sosiokultural, perlu terus diperbarui dan akan menghasilkan penerimaan yang lebih baik terhadap pasien kusta di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *