Pelatihan Teknik Molekuler Dasar Pada Bakteri (Salmonella thypi dan Staphilococus Aurellius)

Training Manajemen dan Identifikasi DBD di Daerah Sawahan
November 23, 2017
Workshop Resistensi Bakteri terhadap Obat Kusta untuk 10 cabang BBTKL-PP se-Indonesia dalam rangka Memenuhi Target Indonesia Bebas Kusta 2019.
April 30, 2018

Pelatihan Teknik Molekuler Dasar Pada Bakteri (Salmonella thypi dan Staphilococus Aurellius)

Peningkatan industri dan riset berbasis rekayasa DNA menuntut penguasaan teknik dasar Biologi Molekular. Lembaga Penyakit Tropis dan Universitas Kobe, Jepang bekerjasama dalam menyelenggarakan Pelatihan Teknik Dasar Biologi Molekular untuk menjawab
tuntutan tersebut. Pelatihan ini mencakup teknik dasa risolasi RNA dan protein,sintesisc DNA,RTPCR, dan Western Blotting. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari tanggal 22 – 24 Nopember 2017.

Dalam kegiatan ini para peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi teori genetika molekuler saja. Peserta juga berkesempatan melakulan praktik secara langsung di laboratorium terkait analisis sitogenetik dan karakterisasi kromosom bakteri, analisis variasi genetik DNA finger printing, serta analisis sequence DNA dan barcoding.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya seperti Prof. Toshiro Shirakawa, Dr. Dadik, .

Dr. Dadik, ketua panitia, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan relevansi lulusan mahasiswa biologi, kedokteran, dan peneliti dibidang kesehatan dan mewujudkan UNAIR sebagai World Class University . Acara terselenggara atas kerja sama dengan Laboratorium Gastroenteritis dan Salomelasis dan Laboratorium Tuberculosis Lembaga Penyakit Tropis,

“Semoga melalui pelatihan ini bisa memberikan manfaat dalam pengembangan ilmu biologi molekuler,” harap Dr. Dadik sebagai ketua panitia workshop.

Salah satu peserta pelatihan, Sugeng, S.Si., M.Si, peneliti RSUD Dr. Soetomo, menyebutkan keikutsertaan dalam pelatihan ini sebagai ajang untuk memperdalam pengetahuan terkait biologi molekuler.

“Untuk melengkapi ilmu saat melakukan penelitian di balai penelitian nantinya,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Cita, alumnus Fakultas Kedokteran UNAIR, berharap dengan mengikuti pelatihan ini dapat menambah wawasan dan keterampilan terkait bidang genetika. Dengan begitu, ilmu yang didapat kedepan dapat mendukung saat terjun di dunia kerja. (Humas ITD/Zaki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *