Workshop Resistensi Bakteri terhadap Obat Kusta untuk 10 cabang BBTKL-PP se-Indonesia dalam rangka Memenuhi Target Indonesia Bebas Kusta 2019.

Pelatihan Teknik Molekuler Dasar Pada Bakteri (Salmonella thypi dan Staphilococus Aurellius)
November 28, 2017

Workshop Resistensi Bakteri terhadap Obat Kusta untuk 10 cabang BBTKL-PP se-Indonesia dalam rangka Memenuhi Target Indonesia Bebas Kusta 2019.

Indonesia memiliki misi untuk mencapai status eliminasi kusta pada tahun 2019. Penghambat tercapainya tujuan ini tidak hanya jumlah temuan kasus baru, melainkan munculnya banyak kasus relaps yang ditengarai disebabkan oleh bakteri yang resistensi terhadap obat kusta. BBTKL-PP sebagai unit pelaksana teknis dari Kementerian Kesehatan , bekerjasama dengan Laboratorium Leprosy Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga mengadakan pelatihan deteksi resistensi obat pada penyakit kusta untuk perwakilan dari cabang BBTKL-PP dari seluruh Indonesia yang di tunjuk.

Professor Maria Inge Lusida menandatangani MoU antara BBTKL-PP dan ITD Universitas Airlangga perihal pengadaan workshop peningkatan kapasitas BBTKL-PP

Profesor Maria Inge Lusida selaku direktur dari ITD Universitas Airlangga, didepan seluruh peserta workshop beserta pejabat yang berwenang, menandatangani perjanjian Memorandum of Understanding (MoU) dalam acara pembukaan resmi yang di gelar di Swiss-bel Inn Hotel Manyar Surabaya. Dalam pidatonya, beliau berkesempatan untuk menekankan tujuan akhir dari penelitian ini yaitu agar dapat memanfaatkan teknologi terkini untuk mendeteksi resistensi terhadap obat kusta, sesuai dengan pedoman yang telah dianjurkan WHO. Sebelum rangkaian workshop berlangsung, peserta juga berkesempatan untuk mendapatkan materi langsung dari para ahli leprologis ternama yang juga merupakan pimpinan dari kelompok studi Leprosy di ITD Universitas Airlangga, Professor Indropo Agusni dan Dr. Cita Rosita, Sp.KK(K). Dalam workshop ini, peserta mendapatkan pelatihan mengenai cara pengambilan dan penyimpanan sampel yang benar, yang di lakukan langsung di Poli Spesialis Kulit dan Kelamin RS Dr. Soetomo Surabaya. Pelatihan teknik biologi molekuler dilakukan di Laboratorium Leprosy ITD Universitas Airlangga selama 3 hari penuh mulai tanggal 25-27 April 2018. Seluruh peserta tampak terkesan dan sangat antusias selama berjalannya acara, karena kegiatan ini adalah yang pertama kalinya bagi sebagian besar dari mereka. Utamanya saat mereka menyaksikan sendiri bagaimana Prof. Indropo Agusni berinteraksi dan melakukan observasi terhadap penderita kusta.

Foto bersama peserta workshop bersama Prof. Indropo Agusni dan Tim Peneliti Laboratorium Leprosy ITD Universitas Airlangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *