Berita Strategi Penanganan Biothreat Jadi Acuan Kementrian Kesehatan Indonesia

INSBIOMM, Tingkatkan Keamanan Kesehatan Dunia Melalui Riset Kolaboratif Antar Peneliti
September 2, 2019
Tingginya Problem Penyakit Infeksi Inisiasi UNAIR Gelar 5th MCC Workshop
September 19, 2019

Berita Strategi Penanganan Biothreat Jadi Acuan Kementrian Kesehatan Indonesia

“Posisi geografis dan demografis Indonesia memiliki potensi ancaman biothreats dan terorisme senjata kimia. Hal itu dapat mengancam keamanan kesehatan nasional yang berdampak pada ekonomi, dan aspek lingkungan,” papar MayGen. TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S (Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat).

Dalam konferensi internasional INSBIOMM yang digelar oleh UNAIR (28/08) Dr. Tugas mengatakan dibutuhkan adanya kapasitas kesehatan dalam segi koordinasi, kolaborasi dan integrasi dari pemerintah, komunitas, sektor bisnis serta dukungan militer.  Strategi kolaborasi semacam itu akan mempermudah negara dalam memecahkan persoalan penyebaran penyakit pada jutaan orang di seluruh dunia.

“Sebagai bagian dari sistem kesehatan nasional, pusat kesehatan TNI Indonesia memiliki peran dalam memanagement biothreat dan merangkul berbagai elemen institusi kesehatan di Indonesia,” tuturnya.

Lanjut Dr. tugas, Ada beberapa strategi yang harus dikukan oleh berbagai pihak diantaranya yaitu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam menangani kasus tersebut. Kedua,  mengembangkan organisasi biothreat pada unit kesehatan lapangan. Ketiga, mengembangkan bio-vaksin dan BSL-3 dan terakhir yaitu memenuhi fasilitas pendukung kebutuhan kesehatan.

“Empat hal tersebut merupakan strategi dalam mempersiapkan tingkat keamanan kesehatan indonesia hingga dunia. Dan tentu juga akan mendukung menteri kesehatan dalam melakukan managemen biothreat,” tutupnya.

Perlu diketahui, gelaran acara konferensi internasional itu resmi ditutup. Kegiatan tersebut menuai banyak tanggapan positif mulai dari tokoh militer dan akademisi dari berbagai negara. Pertemuan itu diharapkan menjadi awal dari rencana yang dikembangkan oleh Lembaga Penyakit Tropis (LPT) UNAIR di masa mendatang.

Sumber : news.unair.ac.id, Penulis : Khefti Al Mawalia (PIH Unair)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *