Tingkatkan Peminat Molekuler Biologi, ITD UNAIR Kembali Adakan Workshop

Tingginya Problem Penyakit Infeksi Inisiasi UNAIR Gelar 5th MCC Workshop
September 19, 2019
Peneliti UNAIR Ungkap Angka Resistensi HIV-1 di Bali Masih Rendah
October 31, 2019

Tingkatkan Peminat Molekuler Biologi, ITD UNAIR Kembali Adakan Workshop

Lembaga Penyakit Tropis (ITD) Universitas Airlangga (UNAIR) kian gencar untuk mengadakan workshop bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi. Pekan lalu, giliran Laboratorium Gastroenteritis bersama Laboratorium Hepatitis menggelar workshop bertajuk Basic and Molecular Technique on Bacteriology: Sequence Analysis of Carbapenemase Genes in Bacteria. Kegiatan itu berlangsung sejak hari Rabu (16/10) sampai dengan Jumat (18/10).

Ditemui di sela kegiatan, ketua workshop, Dr. Dadik Raharjo, drh., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan itu difokuskan untuk mempelajari teknik dasar molekuler biologi guna mengamati keberadaan gen spesifik pada bakteri. Tujuannya adalah mendeteksi bahaya dari bakteri tersebut terkait dengan pathogenitas maupun resistensinya terhadap antibiotik. Sejumlah peneliti ITD pun dihadirkan guna mendukung kelancaran workshop.

“Beberapa peneliti yang kami undang untuk memberikan materi adalah Prof. Retno Handayani, dr., MS., Ph.D juga saya sendiri. Sementara kegiatan praktek di laboratorium dilaksanakan oleh supervisi serta peneliti lainnya dari Laboratorium Gastroenteritis dan Laboratorium Hepatitis. Pada kesempatan itu, kami ingin berbagi pengalaman dalam mengidentifikasi bakteri yang memiliki gen carbapenemase,” tutur dosen Fakultas Kedokteran Hewan itu.

Carbapenemase adalah jenis enzim β-laktamase dengan kemampuan menghidrolisis antibiotik golongan penisilin, sefalosporin, monobaktam, dan karbapenem. Bakteri yang memproduksi β-laktamase dapat mengakibatkan infeksi yang sukar diobati karena membuat banyak antibiotik yang mempunyai bahan aktif β-laktam menjadi tidak efektif.

“Workshop ini diadakan atas kerjasama dari Laboratorium Gastroenteritis yang berkecimpung di kultur bakteri, uji resistensi, dan deteksi gen pada bakteri dengan teknik PCR. Sedangkan Laboratorium Hepatitis yang dipimpin Prof. Soetjipto, dr. MS., Ph.D, telah memiliki pengalaman luas dalam molekuler biologi dengan salah satu teknologinya yakni sequencing. Hal ini dilakukan supaya para peserta bisa memperoleh wawasan yang lengkap,” urai Dr. Dadik.

Sebanyak tujuh orang peserta workshop dibimbing mulai dari teknik yang paling dasar sampai tahap sequencing beserta analisis hasil sequencing. Melalui workshop tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam mengaplikasikan metode PCR dan sequencing sebagai bagian dari teknologi dalam molekuler biologi semakin meningkat. Di samping itu, Dr. Dadik berharap agar peminat bidang ini kian bertambah.

“Sebab, molekuler biologi itu hampir ada di setiap basic kehidupan dan memiliki fungsi yang luas. Di antaranya dalam hal penyakit infeksi, perkembangan vaksin, produksi antibiotik, produk pangan, produksi bioenergi, produksi protein, teknologi kloning, teknologi editing kromosom berbasis CRISPR, dan produk halal,” pungkas Dr. Dadik. (*)

Penulis : Nabila Amelia        Sumber : news.unair.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *