Lalat hitam dari genus Simulium (sering disebut black fly atau lalat punuk) adalah vektor utama bagi beberapa penyakit parasit, terutama yang disebabkan oleh cacing filaria.

Berikut adalah penyakit utama yang ditularkan oleh lalat Simulium:
- Onchocerciasis (River Blindness/Kebutaan Sungai): Ini adalah penyakit paling signifikan yang ditularkan oleh Simulium. Penyakit ini disebabkan oleh cacing parasit Onchocerca volvulus. Gejalanya meliputi gatal-gatal hebat, benjolan di bawah kulit, hingga kerusakan mata permanen yang menyebabkan kebutaan.
- Mansonellosis: Lalat ini juga diketahui dapat menularkan parasit dari genus Mansonella, yang merupakan jenis filariasis non-limfatik lainnya.
- Blackfly Fever: Selain menularkan parasit, gigitan lalat ini dalam jumlah banyak dapat menyebabkan reaksi toksik atau alergi yang dikenal sebagai blackfly fever, dengan gejala seperti sakit kepala, demam, mual, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Karakteristik Vektor Simulium:
- Habitat Perkembangbiakan: Larva lalat ini hanya hidup di air jernih yang memiliki arus deras, seperti sungai dan aliran air di pegunungan.
- Perilaku Menggigit: Hanya lalat betina yang menghisap darah manusia atau hewan untuk mendapatkan protein guna memproduksi telur. Mereka biasanya aktif menggigit pada pagi dan sore hari.
- Distribusi di Indonesia: Meskipun onchocerciasis (kebutaan sungai) lebih banyak ditemukan di Afrika dan Amerika Latin, berbagai spesies Simulium ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Di Indonesia, mereka lebih sering dianggap sebagai hama pengganggu karena gigitannya yang menyakitkan daripada sebagai vektor penyakit epidemi luas.